Archive for February, 2007

Tidaaakkk duniaku jungkir balik…:(

Sesungguhnya….aku ingin melambung ke atas, saat teman-teman berkata aku lulus…

Tapi…sebaliknya..

aku hanya terdiam dan tersenyum, karena ku takut kecewa…

Sesungguhnya jantungku berhenti berdetak, saat si belang tertabrak truk…

Tapi..sebaliknya…

aku berkata” tidak apa-apa…”, karena ku tak mau dikasihani…

Sesungguhnya┬á aku ingin mengatakan ‘jangan pergi..” saat teman-teman meninggalkanku…

Tapi..sebaliknya…

aku berkata ‘selamat jalan..”, karena ku tak mau mengakuinya…..

Sesungguhnya aku selalu memperhatikannya….

Tapi..sebaliknya…

aku hanya berkata “aku tak peduli..”, karena ku takut dipermainkan…

dan kali ini tibalah saat yang rasanya beratus-ratus tahun kunantikan dalam hidupku…..

Sesungguhnya saat kau mengatakan menyayangiku, aku pun berkata demikian…

tapi…mengapa kau malah berlalu?!….

Oh..Tidaak….lagi-lagi aku mengatakan sebaliknya….

lama kududuk termenung menyesali.., kutarik nafasku dalam-dalam, dan kuucapkan..

“tidak ada yang perlu dikhawatirkan….”┬á ( baca: Ini bencana besaaarrr…!!!!)

Advertisements

Comments (4) »

dialog tak berbalas…

“hikz..hikz…”, bocah kecil itu menangis, hikz..hikz…bulir bulir air mata mengalir keluar dari matanya yang bulat….”hikz..hikz”…, mengalir diam-diam menuruni pipi merahnya…

“hikz..hikz…”, air mata tak berhenti …….

……Tik..Tok..Tik…Tok……

 

‘hiks..” tangisan itu berubah manjadi isakan pelan dan pelan-pelan isakan itu menjadi renungan….

Bulir bulir air mata itu mengering perlahan, tersapu oleh sesuatu yang lembut dan damai,

sesuatu yang tak pernah diam….

sesuatu yang selalu bergerak bebas…

 

Bocah kecil tersenyum, berfikir sejenak dan bertanya-tanya…

“angin..angin…kemana kau akan membawa air mataku?”

………………….angin tak menjawab……………………..

“angin-angin meskipun ada kamu, mengapa aku merasa begitu sendiri?”

…………………..angin tak menjawab…………………………

“angin-angin dimana teman-temanmu?”

………………………angin tak menjawab…………………………

“angin-angin mengapa kau begitu dingin?”

………………………..angin tak menjawab………………………….

“angin-angin sudah berapa banyak kau membantu mengeringkan air mata…

dan mengeluarkan air mata, baik dia, aku dan dirimu?…….”

“angin-angin..berhentilah sejenak biar aku bisa merasakanmu..”

Bocah kecil berteriak

“angin…angin!!! pernahkah angin bersedih?, menangis?, lalu..lalu..Siapa?!!..siapa?! yang akan menghapuskan air mata kesedihanmu?!!”

“angin-angin..aku mohon diamlah sejenak, jangan pergi….karna aku ingin memahami-mu…”

 

Angin tak dapat menjawab, angin bergerak perlahan,

angin ingin tinggal

angin ingin diam sejenak

tapi…angin tak bisa…

angin harus pergi…..

angin sedih, angin bahagia, dan angin berterima kasih….

 

Bocah kecil kembali menangis,

bulir-bulir air mata kembali menggenagi matanya dan membasahi pipinya…

Angin ingin kembali, ingin menghapus air matanya, tapi angin tak bisa, angin tak ingin

bocah kecil menjadi lebih sedih, angin tak ingin bocah kecil tahu bahwa angin pun ingin berhenti

namun angin telah memilih menjadi angin………

 

Bocah kecil kembali sedih, bocahkecil kembali sendirian…

Karena sendiri bocah kecil tak bisa melupakan kesedihan…

Bocah kecil tak mau sendiri!

Bocah kecil ingin melupakan kesediahannya

Bocah kecil akan menemukan teman-temannya…

Dan bocah kecil tak ingin lari seperti angin…

 

Angin akan terus bergerak…

Saat sedih angin tak bisa melupakan kesediahannya…

Angin hanya meningglakannya…

saat bahagia angin tak bisa membawanya…..

Angin hanya melewatinya…

 

…………………..dan sekali lagi karena angin telah memilih menjadi angin……………………

 

 

 

Comments (4) »